Rabu, 18 Mei 2011

Endoskopi (Endoscopy)


Kali ini saya akan mencoba salah satu alat medis yang sangat berguna untuk melihat rongga-rongga dalam tubuh. Alat tersebut adalah endoskop. Pada dasarnya alat ini adalah sebuah selang panjang yang ujungnya diberi kamera dan alat-alat medis lainnya. Lalu selang tersebut akan dimasukkan tubuh kita. Cara memasukkannya tergantung organ mana yang ingin diperiksa. Jadi bisa teman-teman bayangkan agak ngeri apabila melihat prosesnya...hehehe...tetapi ditangan yang ahli proses ini tidak sesakit yang dibayangkan. Di bawah ini akan dijelaskan apa itu endoskopi. 


Endoskop adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan endoskopi. Alat ini berbentuk pipa kecil panjang yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya ke lambung, ke dalam sendi, atau ke  rongga tubuh lainnya. Di dalam pipa tersebut terdapat dua buah serat optik. Satu untuk menghasilkan cahaya agar bagian tubuh di depan ujung endoskop terlihat jelas, sedangkan serat lainnya berfungsi sebagai penghantar gambar yang ditangkap oleh kamera. Di samping kedua serat optik tersebut, terdapat satu buah bagian lagi yang bisa digunakan sebagai saluran untuk pemberian obat dan untuk memasukkan atau mengisap cairan. Selain itu, bagian tersebut juga dapat dipasangi alat-alat medis seperti gunting kecil, sikat kecil, dll.



Manfaat Endoskopi:
1. mengetahui bagaimana keadaan bagian dalam saluran cerna (apakah ada luka, daging tumbuh, kelainan bentuk saluran cerna, dll)
2. dapat digunakan untuk mengambil contoh jaringan bagian dalam (biopsy) guna pemeriksaan.
Endoskopi dapat digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh, antara lain:
  1. saluran cerna(gastrokopi)
  2. usus besar(kolonoskopi)
  3. rongga perut atau rongga di luar usus(peritoneoskopi atau laparoskopi)
  4. saluran empedu dan pancreas(endoscopic retrograde cholagio pancreatography)

Endoskopi dilakukan pada keadaan:
1.keluhan saluran cerna yang berulang(kronis atau berat).dilakukan tindakan gastroskopi
2.pendarahan saluran cerna atas(muntah darah dan buang air besar berwarna hitam)  dilakukan tindakan gastroskopi
3.pendarahan saluran cerna bawah.dilakukan kolonoskopi
4.adanya perubahan kebiasaan pada waktu buang air besar.dilakukan tindakan kolonoskopi.
5.pengobatan varices(pelebaran) pembuluh darah pada tenggorokan.dilakukan tindakan gastroskopi.


Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ yang diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang lain di sekitarnya. Gambar yang diperoleh selama pemeriksaan biasanya direkam untuk dokumentasi atau evaluasi lebih lanjut.
 

Endoskopi juga sangat berperan dalam menentukan penyebab pendarahan saluran cerna yang sulit ditentukan berdasarkan pemeriksaan radiologis. Beberapa lesi (terlihat putih atau pucat) yang tak terlihat pada pemeriksaan radiologis dapat diketahui dengan pemeriksaan endoskopi. Berdasarkan fungsinya endoskopi terbagi dua yakni endoskopi diagnostik dan endoskopi terapeutik. Endoskopi diagnostik berperan dalam menentukan penyebab pendarahan dan lokasi lesi yang terjadi, sedangkan endoskopi terapeutik berperan untuk menghentikan pendarahan yang terjadi. “Endoskopi pada saluran cerna dibagi menjadi dua bagian besar, yakni endoskopi saluran cerna atas (esofagoduodenoskopi ) dan saluran cerna bawah (kolonoskopi). Disusul sekarang ada kapsul endoskop.



Endoskopi tidak hanya berfungsi sebagai alat periksa tetapi juga untuk melakukan tindakan medis seperti pengangkatan polip, penjahitan, dan lain-lain. Selain itu, endoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan jika dicurigai jaringan tersebut terkena kanker atau gangguan lainnya.

 

Beberapa jenis gangguan yang dapat dilihat dengan endoskopi antara lain : abses, sirosis biliaris, perdarahan, bronkhitis, kanker, kista, batu empedu, tumor, polip, tukak, dan lain-lain.
Prosedur medis yang menggunakan endoskopi mempunyai berbagai macam nama, tergantung jenis dan organ yang diperiksa. Berikut beberapa contohnya :

  1. Thorakoskopi, pemeriksaan pleura, rongga pleura, mediastinum dan perikardium (bagian-bagian paru-paru dan jantung).
  2. Proktoskopi (sigmoidoskopi dan proktosigmoidoskopi), untuk memeriksa rektum dan kolon sigmoid.
  3. Laringoskopi, untuk memeriksa laring (salah satu bagian saluran napas).
  4. Laparoskopi, untuk melihat lambung, hati, dan organ-organ lain di dalam rongga perut.
  5. Gastroskopi, untuk melihat dinding dalam esofagus, lambung, dan usus halus.
  6. Sistoskopi, untuk melihat saluran kencing, kandung kencing dan prostat.
  7. Kolposkopi, untuk memeriksa vagina dan mulut rahim.
  8. Kolonoskopi, untuk memeriksa usus besar.
  9. Bronkhoskopi, untuk melihat trachea dan cabang-cabang bronkhus (bagian dari saluran napas)
  10.  Arthroskopi, untuk melihat sendi.


Daftar Pustaka :

  • http://www.harianjoglosemar.com/berita/endoskopi-cara-cepat-ketahui-pendarahan-saluran-cerna-22550.html
  • http://endoskopirsuk.blogspot.com/2011/02/endoskopi-saluran-cerna.html
  • http://www.lookfordiagnosis.com/images.php?term=Proktoskopi&lang=6&from=8
  • http://mrahmanprabowo.wordpress.com/2010/12/05/endoskopi/
  • http://www.medicinenet.com/endoscopy/article.htm
  • http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=159&Itemid=67

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar